Advertorial

Enam Belas Bulan Kepemimpinan Wali Kota Mahyaruddin Salim : Merubah Wajah Kota Tanjungbalai dari Penataan Pedagang, Infrastruktur Berkelanjutan, Pengentasan Kemiskinan, Penataan Birokrasi Hingga Penghargaan dan Prestasi Pemerintahan

119
×

Enam Belas Bulan Kepemimpinan Wali Kota Mahyaruddin Salim : Merubah Wajah Kota Tanjungbalai dari Penataan Pedagang, Infrastruktur Berkelanjutan, Pengentasan Kemiskinan, Penataan Birokrasi Hingga Penghargaan dan Prestasi Pemerintahan

Sebarkan artikel ini

Dibawah Kepemimpinan Mahyaruddin Salim, Pemerintah Kota Tanjungbalai juga mendukung Program Nasional “Asta Cita” Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Dalam mendukung Program MBG telah dibentuk Tim SATGAS MBG Kota Tanjungbalai melalui Keputusan Walikota

Program MBG di Kota Tanjungbalai telah berjalan sejak tahun 2025 dengan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebanyak 35 unit.

 

Saat ini SPPG yang telah beroperasi sebanyak 20 unit dengan target Sasaran :

– Jumlah sekolah/lokus sasaran MBG sebanyak ±164 Unit sekolah

– Jumlah peserta didik sasaran MBG sebanyak ±46.054 Siswa

– Jumlah ibu hamil sasaran MBG sebanyak ±480 Orang

– Jumlah ibu menyusui sasaran MBG sebanyak ±1.141 Orang

– Jumlah balita sasaran MBG sebanyak ±5.265 Orang

 

Realisasi :

– Jumlah porsi MBG yang telah disalurkan pada periode pelaporan terakhir sebanyak 44.119 porsi

– Jumlah satuan pendidikan/lokus yang telah menerima MBG sebanyak 115 unit

 

Penataan Birokrasi

Wali Kota Mahyaruddin secara perlahan melakukan penataan birokrasi. Pentingnya reformasi birokrasi menurutnya penting dalam mencapai tata kelola pemerintahan yang baik, lebih efisien, transparan, dan akuntabel, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan publik serta membangun lingkungan yang kondusif bagi pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas layanan publik

Semenjak dilantik, Mahyaruddin mulai membenahi penataan birokrasi terlihat dari meningkatnya efisiensi layanan publik, transparansi keuangan daerah (opini Wajar Tanpa Pengecualian) oleh BPK RI, serta transformasi digital.

 

Keberhasilan ini melalui perampingan organisasi, digitalisasi, dan penerapan meritokrasi dalam penempatan jabatan ASN

Indikator paling konkret yang dapat dilihat dari keberhasilan reformasi tata kelola pemerintahan tersebut meliputi:

• Sistem Perizinan Satu Pintu (PTSP ): Terintegrasinya layanan perizinan secara online, yang memangkas waktu tunggu dari berminggu-minggu menjadi hitungan jam atau hari tanpa adanya pungutan liar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *