Misteritorial

Gegara Persaingan Usaha, Warung Selalu “Tutup” di Mata Pembeli

372
×

Gegara Persaingan Usaha, Warung Selalu “Tutup” di Mata Pembeli

Sebarkan artikel ini

Ritual demi ritual dilakukan. Air doa diminum, jimat dipasang, bahkan asap kemenyan sempat memenuhi warung kecil itu.

 

Sayangnya, semua usaha tersebut tak membawa perubahan berarti. Mawar masih sering kesurupan, dan warung tetap sepi seolah “dikunci” oleh sesuatu yang tak kasatmata.

 

Situasi semakin memburuk. Penghasilan nyaris nol. Untuk makan sehari-hari saja, mereka mulai kesulitan.

 

Terungkap, Ada Unsur Santet Dagang

 

Hingga pada suatu malam, atas kehendak dan izin Allah SWT, datanglah seorang pemuda yang dikenal memiliki kemampuan menangani gangguan nonmedis. Berbeda dengan orang pintar sebelumnya, pemuda itu tak langsung melakukan ritual aneh. Ia hanya meminta pasangan tersebut memperbanyak shalat, membaca ayat-ayat tertentu, dan membersihkan warung secara fisik maupun batin.

 

Setelah beberapa saat, sang pemuda mengungkap fakta mengejutkan.

 

Warung tersebut diduga kuat terkena santet dagang, kiriman gaib akibat persaingan usaha. Tujuannya satu: menutup rezeki dan membuat usaha tak terlihat di mata calon pembeli.

 

Konon, secara gaib warung itu “ditaburi” tirai tak kasatmata, sehingga siapa pun yang melintas hanya melihat bangunan gelap dan tertutup.

 

Tirai Gaib Mulai Terbuka

 

Dengan izin Allah SWT, pemuda itu melakukan pembersihan spiritual sesuai tuntunan agama. Tak ada tumbal, tak ada perjanjian gaib. Hanya doa, ayat suci, dan keyakinan.

 

Beberapa hari kemudian, keajaiban mulai terasa.

 

Satu pembeli datang. Lalu dua. Esoknya bertambah lagi. Warung yang sebelumnya sunyi kembali hidup. Yang lebih melegakan, Mawar tak lagi mengalami kesurupan.

Namun meski gangguan telah diangkat, kisah ini meninggalkan pesan mendalam:tak semua persaingan usaha berlangsung secara wajar. Ada kalanya iri dan dengki membuka pintu bagi perbuatan gelap.

Dan di sudut Medan Polonia itu, sebuah warung kecil menjadi saksi bisu bahwa dunia nyata dan tak kasatmata kadang bersinggungan—diam-diam, namun mematikan.(Bersambung/Akbar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *