Ia menyebut, selama ini berjualan hanya untuk mencukupi kebutuhan keluarganya dan tidak pernah berniat merugikan pihak mana pun.
“Kalau memang itu Perda, jangan saya saja yang digusur. Harusnya semua pedagang ditertibkan.”
”Tapi kenapa hanya saya yang dibongkar? Masyarakat sini pun mendukung saya, bukan mengadu.”
”Malah saya sering mendapat ancaman dari pihak CV Panca Jaya yang bernama Akiong,” ujar Iswandi.
Iswandi mengungkap bahwa dirinya sempat ditawari kompensasi oleh pihak CV Panca Jaya sebesar Rp1 juta agar bersedia pindah.
Namun ia menilai tawaran tersebut tidak sebanding dengan kerugian yang dialaminya.
“Saya ini cuma pedagang kecil. Saya mohon keadilan. Jangan kami yang kecil selalu jadi korban.”
”Kami pun punya hak untuk hidup dan mencari nafkah,” pungkasnya dengan nada haru.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak CV Panca Jaya terkait tudingan warga.
Peristiwa ini memicu sorotan publik dan mendesak pihak pemerintah untuk lebih transparan serta adil dalam menegakkan aturan, tanpa pandang bulu dan tanpa intervensi dari pihak berkepentingan.***(Tim)












