PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat di era Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Pendidikan tidak lagi hanya berfokus pada penyampaian materi secara konvensional, melainkan menuntut adanya integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Dalam konteks ini, guru memiliki peran strategis sebagai fasilitator dan penggerak transformasi pembelajaran yang adaptif terhadap perubahan zaman. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2020) mendefinisikan literasi digital sebagai kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat, dan mengomunikasikan informasi secara cerdas dan etis. Literasi digital merupakan kompetensi penting dalam menghadapi tantangan Pendidikan 4.0. Pendidikan 4.0 menekankan pentingnya keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan penguasaan teknologi digital. Oleh karena itu, guru dituntut untuk memiliki kemampuan literasi digital yang memadai agar dapat mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini. Namun, di lapangan masih banyak guru yang mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan teknologi secara efektif dalam proses belajar mengajar, termasuk di lingkungan MIS Al Khairat Deli Tua. Sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan Pendidikan 4.0, kegiatan Pelatihan Guru Berbasis Literasi Digital ini diselenggarakan di MIS Al Khairat Deli Tua. Rahmat (2021) menjelaskan literasi digital sebagai keterampilan mengakses, memahami, dan menciptakan konten digital yang diperlukan guru dan peserta didik untuk mengoptimalkan pembelajaran berbasis teknologi dalam Pendidikan 4.0. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada para guru dalam menggunakan berbagai perangkat dan platform digital sebagai penunjang kegiatan pembelajaran. Putra dan Amalia (2023) menjelaskan bahwa literasi digital sangat penting untuk membekali individu agar mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi serta memanfaatkan informasi secara efektif dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di dunia pendidikan. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di MIS Al Khairat Deli Tua, ditemukan beberapa kondisi dan permasalahan yang menjadi dasar perlunya pelatihan literasi digital bagi guru. Adapun hasil observasi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:












