Opini

Penguatan Peran Guru SD Dalam Pendidikan Karakter Melalui Digitalisasi Media Ajar PPKN Berbasis Lingkungan Sekolah

1335
×

Penguatan Peran Guru SD Dalam Pendidikan Karakter Melalui Digitalisasi Media Ajar PPKN Berbasis Lingkungan Sekolah

Sebarkan artikel ini

Oleh: Dr. Ulfah Sari Rezeki S.Pd.,M.Pd1, Corry Restuina S.Pd., M.Pd2, Dea Adisti3, Desi Veronika Br Tarigan

 

1.2 Permasalahan Mitra

Permasalahan saat ini adalah 1. Rendahnya Literasi Digital Guru SD Banyak guru SD belum memiliki kemampuan optimal dalam mengakses, membuat, dan menggunakan media ajar digital. Hal ini membuat proses digitalisasi pembelajaran, terutama yang berbasis karakter dan lingkungan, belum terlaksana secara efektif.

2. Kurangnya Media Ajar yang Kontekstual dan Relevan Media ajar PPKn yang tersedia cenderung bersifat umum dan tidak berbasis pada realitas lingkungan sekolah masing-masing.

Padahal, pembelajaran karakter akan lebih efektif jika dikaitkan langsung dengan konteks nyata yang dialami siswa sehari-hari.

3. Minimnya Pelatihan dan Pendampingan untuk Guru Guru belum mendapatkan pelatihan khusus yang terarah dalam mengembangkan media digital berbasis nilai karakter dan lingkungan sekolah.

Pelatihan yang ada seringkali bersifat umum dan tidak menyentuh kebutuhan spesifik pembelajaran PPKn.

4. Keterbatasan Sarana dan Prasarana Sekolah Banyak sekolah dasar, terutama di daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal), masih mengalami keterbatasan perangkat seperti laptop, proyektor, koneksi internet, atau bahkan listrik yang stabil.

Hal ini menghambat implementasi digitalisasi media ajar.

5. Tingginya Beban Kerja Guru Guru SD seringkali harus menangani banyak mata pelajaran, ditambah dengan beban administratif. Kondisi ini menyebabkan waktu dan energi mereka untuk merancang inovasi media pembelajaran menjadi terbatas.

6. Kurangnya Dukungan dari Sekolah dan Pemerintah Dalam banyak kasus, penguatan pendidikan karakter dan digitalisasi pembelajaran belum menjadi prioritas utama dalam kebijakan sekolah maupun program pemerintah daerah.

Hal ini membuat inisiatif guru berjalan sendiri tanpa dukungan sistematis.

7. Belum Terbangunnya Kolaborasi Antar Guru Kurangnya wadah kolaborasi antar guru untuk berbagi praktik baik dan mengembangkan media ajar digital berbasis lingkungan sekolah juga menjadi hambatan dalam penguatan pendidikan karakter.

 

1.3 Solusi dan Target Luaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *