Dampak dan Keberlanjutan
Guru menjadi lebih percaya diri menggunakan teknologi dalam pembelajaran.
Sekolah berencana mengintegrasikan media ajar ini ke dalam platform internal sekolah. Adanya komitmen untuk melanjutkan pengembangan media digital serupa untuk tema-tema lain dalam PPKn.
a. Pelatihan dan Workshop
b. Pendampingan dan Implementasi
c. Uji Coba di Kelas
Kegiatan pengabdian ini dirancang sebagai respon terhadap kebutuhan peningkatan kapasitas guru SD dalam menyampaikan pendidikan karakter secara lebih efektif, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan teknologi. Pendidikan karakter di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian siswa sejak dini. Namun, dalam praktiknya, masih banyak guru yang belum memanfaatkan media ajar berbasis digital dan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.
1. Urgensi Penguatan Peran Guru
2. Digitalisasi sebagai Inovasi dalam Pembelajaran
3. Lingkungan Sekolah sebagai Konteks Pendidikan Karakter
4. Efektivitas Pendekatan yang Diterapkan
5. Tantangan dan Pembelajaran.
Guru merupakan agen utama dalam proses pendidikan karakter.
Oleh karena itu, memperkuat pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran PPKn yang berbasis karakter menjadi sangat penting. Pengabdian ini menunjukkan bahwa guru memerlukan pendampingan langsung dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam kegiatan pembelajaran yang menarik dan bermakna.
Melalui pelatihan pembuatan media ajar digital (menggunakan Canva, PowerPoint interaktif, Google Sites, dan QR Code), guru dibekali keterampilan baru untuk menyusun bahan ajar yang lebih interaktif, visual, dan mudah diakses siswa. Media digital ini tidak hanya meningkatkan motivasi belajar siswa, tetapi juga membuat nilai-nilai karakter lebih mudah dipahami karena disampaikan melalui konteks yang nyata dan familiar, yaitu lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah memiliki potensi besar sebagai sumber belajar yang otentik.
Dalam pengabdian ini, guru diajak mengidentifikasi berbagai situasi dan objek di sekolah (misalnya taman sekolah, kebersihan kelas, kegiatan piket, dsb.) sebagai bahan ajar untuk membentuk karakter seperti tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan peduli lingkungan. Dengan mengangkat konteks lokal, siswa menjadi lebih mudah memahami dan menerapkan nilai karakter tersebut dalam kehidupan sehari-hari.












